“Bukan lautan, hanya kolam susu. Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat dan Kayu Jadi tanaman..”. Sepenggal syair lagu Koes Plus ini sepertinya tepat sekali dengan alam SEMESTA negeri Indonesia yang kita sayangi, kita banggakan, dan kita syukuri.
Bagaimana tidak?
Di tanah Indonesia dalam situasi media tumbuh dan iklim ekstrim apapun, tanaman dapat tumbuh dan survive.
Luar biasa Allah menyayangi umat manusia Indonesia.
Sementara di negeri seberang, harus kreatif mengadakan tanah untuk bisa menumbuhkan tanaman.
Mereka harus berusaha sekuat tenaga mengkondisikan iklim agar tanaman bisa hidup.

Iklim Indonesia dan tanah yang subur menjadikan kita manja, nyaman, santai, dan menunggu kebaikan alam semesta. Seolah-olah kita hanya perlu duduk, diam, dan tidur kemudian makanan akan datang dengan sendirinya. Alhasil kita menjadi malas, enggan berusaha, dan lebih memilih jalan pintas untuk mencapai apa yang kita inginkan. Lebih parahnya lagi, kita bahkan melakukan hal ekstrim dengan rakusnya mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperdulikan masa depan generasi anak dan cucu.
KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA