7.1 Gunung Rinjani
Gunung Rinjani merupakan tujuan wisatawan atau pendaki profesional (maupun kemampuan menengah) di berbagai pelosok tanah air, bahkan pendaki profesional sekaliber dunia pun sangat tertarik untuk menaklukan puncak Rinjani.
Gunung Rinjani dapat didaki melalui dua jalur, yaitu jalur utara dan jalur selatan. Jalur utara lebih mudah untuk didaki, namun memerlukan waktu tempuh yang lebih lama. Sebaiknya apabila ingin mendaki, menggunakan jalur utara kemudian untuk menuruni gunung menggunakan jalur selatan. Jalur tersebut akan melewati Danau Segara Anak. Waktu yang diperlukan untuk mendaki Gunung Rinjani dapat memakan waktu sampai tiga hari dengan rincian sebagai berikut:
- Hari pertama: Batu Koq – Senaru – Pos III
- Hari kedua: Pos III – Pelawangan I – Danau Segara Anak
- Hari ketiga: Danau Segara Anak – Pelawangan II – Padebelong – Sembalun
7.2 Danau Segara Anak
Danau Segara Anak terletak di sebelah barat lembah Gunung Rinjani di ketinggian 2.008 m dpl dan dikelilingi oleh gunung-gunung yang merupakan dinding kaldera berwarna-warni.
Airnya berbau belerang (biasa digunakan untuk mandi air belerang atau air panas), dan pada setiap tempatnya memiliki suhu yang berbeda-beda.
Di tengah-tengah danau itu terdapat anak gunung yang bernama Gunung Baru dengan ketinggian 2.376 m dpl yang membuat panorama menjadi sangat eksotis.
7.3 Lokasi Wisata Lainnya
Kembang Kuning merupakan destinasi yang juga dapat anda kunjungi karena di daerah ini terdapat air terjun alami yang sangat memanjakan mata dan pikiran.
Sebau yang terletak antara jalan Pesugulan dan Sambalun merupakan tempat yang paling baik untuk melakukan relaksasi. Pasalnya di sini terdapat sumber air panas yang dapat digunakan untuk mandi atau berenang air belerang yang dapat menyehatkan.
Diotak Kokok Gading dan Sendang Gile merupakan tujuan wisata lainnya di kawasan TNGR. Di lokasi ini terdapat air terjun, tempat berenang, dan panorama alam yang sangat indah.
7.4 Penelitian di Taman Nasional Gunung Rinjani
Selain itu, di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani ini kita dapat melakukan penelitian sekaligus menikmati keindahan alamnya. Kawasan TNGR merupakan tempat yang menarik untuk diteliti flora dan faunanya. Biogeografinya merupakan bagian sub-region Wallace sehingga vegetasinya mewakili bentuk vegetasi Asia dan Australia.
Secara zoogeografis dikenal adanya garis Wallacea yang membatasi dua dataran/ wilayah utama (Oriental dan Australis) yang memanjang dari utara ke selatan antara Kalimantan dan Sulawesi serta antara Bali dan Lombok. Kawasan ini termasuk ke dalam wilayah Australesia dengan Pulau Lombok sebagai batasnya.
8. Organisasi Mitra dalam Pengelolaan TNGR
Taman nasional ini dikelola secara umum dan menyeluruh oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Rinjani (BBTNGR). Selain melakukan pengelolaan secara mandiri, BBTNGR bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya adalah Badan Pengembangan Wallacea (BPW), PT. Sarbi Moerhani Lestari, dan Konsorsium Dataran Tinggi Nusa Tenggara serta pemerintah daerah setempat.
9. Peraturan Tertulis dan Tidak Tertulis yang Harus Ditaati ketika Berkunjung
Berikut adalah aturan-aturan yang harus ditaati bagi anda yang ingin menunjungi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
- Setiap pengunjung yang memasuki kawasan TNGR diharuskan membayar uang masuk dan asuransi kecelakaan yang dikelola resmi oleh BBTNGR,
- Pengunjung domestik yang ingin melakukan penelitian atau kegiatan lain sejenis perlu mendapat izin. Izin ini dapat diurus dengan cara mengajukan permohonan tertulis kepada Pimpinan atau Pengelola Taman Nasional bersangkutan dan melampirkan proposal penelitian,
- Pengunjung asing yang ingin melakukan kegiatan survei, penelitian, atau kegiatan lain sejenis harus memiliki izin. Izin ini bisa didapatkan dengan cara mengajukan permohonan tertulis kepada Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, serta melampirkan proposal penelitian dan surat rekomendasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),
- Disarankan untuk mengunjungi Wisma Cinta Alam dan/atau Pusat Informasi Taman Nasional guna mendapatkan gambaran umum tentang taman nasional ini,
- Pengunjung yang memerlukam pemandu wisata dapat menghubungi Kantor Pengelola TNGR,
- Pendakian Gunung Rinjani harus didahului dengan melapor kepada petugas karena banyak daerah-daerah yang berbahaya untuk kegiatan pendakian dan disarankan membawa pemandu (guide) serta mendaki melalui Bayan atau Sembalun,
- Pengunjung yang memiliki tujuan berekreasi, terlebih dahulu harus mendapat izin dari Kantor Pengelola Taman Nasional ini,
- Pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan kawasan dengan tidak melakukan tindak vandalisme dan/atau memahat pohon, batuan, bangunan, dan lain sebagainya,
- Mendirikan tenda terbatas pada tempat-tempat yang telah ditentukan,
- Penggunaan api dibatasi pada tempat-tempat yang telah ditentukan guna mencegah terjadinya kebakaran,
- Menjaga tata tertib, disiplin, dan menaati peraturan-peraturan lainnya selama berada di dalam kawasan, dan
- Setelah selesai melakukan pendakian/berkemah, diwajibkan untuk melapor kepada pihak TNGR
10. Akses menuju TNGR
Taman Nasional Gunung Rinjani dapat dicapai dengan menggunakan pesawat udara (jadwal penerbangan setiap hari) atau menggunakan transportasi darat dan laut menuju Mataran di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dari Mataram dilanjutkan menuju desa-desa terdekat dengan kawasn melalui jalan aspal menggunakan kendaraan roda empat.
Beberapa jalur yang dapat ditempuh di antaranya:
- Dari terminal Bus di Sweta menuju Aikmel menggunakan bus, dilanjutkan menuju Sembalun Lawang atau Sembalun Bumbung menggunakan minibus atau berjalan kaki selama 5 jam.
- Mataram – Selong – Sambelia – Sembalun Lawang (140 km) menggunakan kendaraan umum melewati jalan aspal selama 4,5 jam. Dilanjutkan dengan berjalan kaku menuju lokasi (Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak) yang berjarak sekitar 25 km melalui jalan setapak selama 9 jam.
- Dari Terminal Bus di Sweta menuju Bayan, turun di Anyar dan dilanjutkan dengan menggunakan minibus menuju Batu Koq.
- Mataram – Bayan Senaru (82 km) menggunakan kendaraan umum melalui jalan aspal selama 2,5 jam. Dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi (Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak) yang berjarak sekitar 25 km melalui jalan setapak selama 9 jam.
- Mataram – Bayan – Torean (85 km) menggunakan kendaraan umum melalui jalan aspal selama 2,5 jam. Dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi (Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak) yang berjarak sekitar 20 km melalui jalan setapa dengan waktu tempuh selama 7,5 jam.
- Mataram – Masbagik – Kotaraja – Tetebatu (60 km) menggunakan kendaraan umum melalui jalan aspal selama kurang lebih 1,7 jam. Dari Tetebatu menuju Otakkoko/ Kembang Kuning ditempuh menggunakan kendaraan umum, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi (Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak) selama 30 jam.
11. Fasilitas dan Transportasi
Fasilitas yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani antara lain, Kantor Resort, Pemandu Wisata (di daerah Batu Koq, Sembalun, dan di Wisma Triguna di Ampenan), tempat berkemah, dan jalan setapak.