5.1 Keanekaragaman Flora Taman Nasional Gunung Rinjani
Jenis-jenis flora di wilayah ini dapat diklasifikasikan secara umum menjadi dua berdasarkan ketinggian tempat.
Ketinggian di bawah 1.000 m dpl ditumbuhi jenis-jenis tumbuhan:
- Beringin (Ficus superba)
- Garu (Dysoxylum)
- Jambu-jambuan (Myrtaceae)
- Deduren (Agalaia argentea)
- Pala Hutan (Myristica fatna)
- Manyering
- Mimba (Azadirachta indica)
- Bayur (Pterospermum javanicum)
- Randu Hutan (Gossampinus heptophylla)
- Lambudu (Lasianthus)
- Harendong (Melastoma)
- Rotan (Calamus)
- Jarong
Ketinggian di atas 1.000 m dpl ditumbuhi jenis-jenis tumbuhan:
- Meneni
- Malaka (Phyllanthus emblica)
- Kayu Jukut (Eugenia polyantha)
- Menang
- Garu (Dysoxylum)
- Sentul (Aglaia)
- Deduren
- Paku-pakuan
- Beringin (Ficus superba)
- Pandan (Pandanus)
- Gelagah (Saccharum spontaneum)
- Alang-alang (Imperata cylindrica)
- Edelweis
- Anggrek (Vanda)
- Lumut Jenggot (Usnea)
- Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana)
- Bangsal (Engelhardita spicata)
- Kayu Raksasa
- Malela (Podocarpus)
- Teh Gunung
- Jambu-jambuan (Myrtaceae)
Di puncak gunung vegetasi didominasi oleh spesies-spesies rerumputan karena umumnya tanah mengandung pasir dan berbatu, tandus, serta hampir gundul. Di bagian selatan kawasan taman nasional ini terdapat lokasi reboisasi dengan jenis tumbuhan Kayu Manis, Suren (Toona sureni), Mahoni (Swietenia macrophylla), Nangka (Artocarpus integra), dan Kemiri (Aleurites moluccana).
5.2 Keanekaragaman Fauna Taman Nasional Gunung Rinjani
Beberapa jenis satwa dapat dijumpai di kawasan taman nasional ini. Berbagai satwa yang ada di wilayah ini di antaranya adalah:
- Rusa (Cervus timorensis)
- Kijang (Muntiacus muntjak)
- Babi Hutan (Sus vittatus)
- Landak (Hystrix javanica)
- Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)
- Lutung (Trachypithecus auratus)
- Kelelawar Buah (Macroglossus minimus)
Selain itu, terdapat berbagai jenis burung, di antaranya:
- Kakatua Putih Kecil (Cacatua sulphurea occidentalis)
- Ayam Hutan Merah (Gallus gallus)
- Ayam Hutan Hijau (Gallus varius)
Burung endemik pun ditemui di kawasan ini, yaitu burung:
- Burung Madu (Lichmera lombokia)
- Uncal Buau (Macropygia emiliana)
- Walik Putih (Ptilinopus cinctus)
- Anis Nusa Tenggara (Zoothera dohertyi)
Satwa endemik lainnya yang ada di TNGR dan sangat penting untuk dikonservasi, di antaranya Musang Rinjani (Paradoxurus hemaproditus rinjanicus).
6. Keadaan Sosial Budaya Masyarakat Sekitar Taman Nasional
Taman Nasional Gunung Rinjani dan hutan di sekelilingnya menjadi kawasan yang vital dalam hal aspek hidrologis di Pulau Lombok. Tata kelola air di pulau ini sangat ditentukan oleh kualitas hutan yang berada di Taman Nasional Gunung Rinjani.
Di sekitar kawasan ini pula terdapat masyarakat yang sangat pluralistik. Masyarakat di sekitar kawasan taman nasional antara lain orang Bali yang menetap di Lombok, Suku Sasak, dan masyarakat Sumbawa. Penduduknya umunya masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme-dinamisme dan sering melakukan upacara ritual dengan berbagai kepentingan sebagai berikut:
- Selamatan menjelang penanaman padi, yaitu kegiatan melepaskan ikan-ikan kecil yang berasal dari Danau Segara Anakan,
- Mandi di sumber air panas berbelerang di hulu Sungai Kaliputih di dekat Danau Segara Anakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan
- Mempercayai bahwa di Gunung Rinjani dan sekitarnya dihuni oleh banyak penunggu berupa makhluk halus.
Pertambahan penduduk berjalan pesat di desa-desa bagian selatan karena lebih awal berkembang dibandingkan daerah-daerah yang lain. Tingkat pendidikan masyarakat sekitar masih tergolong rendah. Sektor pertanian merupakan mata pencaharian yang dominan dan masyarakat masih memerlukan peningkatan kesejahteraan.
Interaksi masyarakat dengan hutan meliputi beberapa kegiatan, yaitu pengambilan kayu bakar, pembuatan arang, penebangan atau pengambilan balok, penggembalaan, perburuan, dan perladangan atau penggarapan lahan.
7. Kawasan Wisata yang Telah dan Akan Dikembangkan
Alam di taman nasional ini memang menyimpan potensi sumber daya alam hayati yang luar biasa. Salah satu pemanfaatan dari kawasan taman nasional yang menjadi ikon Pulau Lombok ini adalah wisata alamnya.