“Taman Kehati Lido adalah area pelestarian flora lokal yang dikelola oleh Pabrik AQUA Citeureup.”
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 3 Tahun 2012, Taman Kehati (Kenekaragaman Hayati) adalah suatu kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in situ dan/atau ex situ, khususnya bagi tumbuhan yang penyerbukan dan/atau pemencaran bijinya harus dibantu oleh satwa dengan struktur dan komposisi vegetasinya dapat mendukung kelestarian satwa penyerbuk dan pemencar biji.
Selain menjadi kawasan konservasi, Taman Kehati juga dapat menjadi taman wisata alam buatan. Taman Kehati dapat dibangun oleh siapapun, sehingga menambah pilihan ekowisata selain Kebun Raya dan Taman nasional. Meski dapat dijadikan tempat wisata, tetapi tetap fungsi utama dari Taman Kehati adalah melestarikan alam, khususnya flora di daerah tertentu.
PT Tirta Investama Pabrik Citeureup sebagai perusahaan pengelola air minum kemasan atau yang biasa kita kenal dengan merek Aqua, telah lama berkomitmen dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sehingga melalui program CSR-nya PT Tirta Investama Pabrik Citeureup membangun Taman Kehati Lido.
Taman Kehati Lido berlokasi di dalam kawasan Pabrik PT Tirta Investama Plant Citeureup, tepatnya di Desa Ciburuy dan Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Taman Kehati ini terbagi menjadi 3 area yaitu daratan lahan kering seluas 1.933 Ha, lahan kering berlereng curam seluas 1.048 Ha dan lahan basah seluas 0.717 Ha.
Temuan Jenis Flora yang Terdapat di Taman Kehati Lido
Di Taman Kehati Lido dapat ditemukan spesies flora yang sangat bervariasi. Terdapat 45 famili yang terdiri dari 115 jenis tumbuhan yang berbeda. Memiliki nilai indeks keanekaragaman hayati yang termasuk ke dalam kategori tinggi. Beberapa jenis flora yang ada di sana seperti Angsana dan Mahoni. Selain itu ada juga tanaman asli lokal yaitu Terap, Beringin dan Hampelas. Bahkan terdapat juga flora yang menjadi ciri khas kota Bogor yaitu Bisbul.
Status konservasi dari tumbuhan yang berada di sana juga bervariasi berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species. Sebagian besarnya didominasi oleh jenis dengan status konservasi yang “rentan” namun terdapat juga spesies dengan status “kritis”. Beberapa jenis flora berstatus kritis ang ditemukan adalah jenis dari suku dipterocarpaceae, yaitu Hopea bancana, Hopea bilitonensis serta meranti seminis (Shorea seminis).