Kebun Binatang: Pengertian, Tipe, dan Fungsi

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hewan (fauna). Fauna yang terdapat di negara kita sejauh ini pada angka sekitar 350.000 jenis.

Keanekaragaman jenis hewan dan kelimpahan populasi ini melatarbelakangi adanya konservasi satwa agar satwa yang terancam punah dapat terlindungi salah satunya dengan mendirikan kebun binatang.

Selain itu, adanya kebun binatang membuat masyarakat kota tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke padang savana, atau ke hutan belantara hanya untuk melihat secara sekilas satwa yang ada.

1. Pengertian

Ilustrasi Kebun Binatang (pinterest.com)

Kebun binatang adalah tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan kepada publik.

Selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang berfungsi sebagai tempat pendidikan, riset, dan tempat konservasi untuk satwa terancam punah.

Memang tidak bisa disangkal kalau kebun binatang lebih memikat daripada museum sejarah alam, taman botani, dan institusi yang berorientasi alam lainnya dalam hal jumlah pengunjung.

Kebun binatang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tempat memelihara berbagai jenis hewan dengan tujuan perlindungan, pembiakkan, penelitian dan sebagai sarana rekreasi.

Selain itu, kebun binatang juga didefinisikan sebagai tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan dan dipertunjukkan kepada publik. Atau dengan kata lain mengumpulkan, memelihara kesejahteraan, dan memperagakan satwa baik yang liar atau pun yang jinak pada penangkaran (lingkungan buatan).

Kebun binatang diatur penyelenggaraannya sebagai lembaga konservasi ex-situ.

Kebun binatang memang sengaja dibuat tempat berbentuk taman atau ruang terbuka hijau sehingga menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengunjung daripada museum sejarah alam, taman botani, dan institusi yang berorientasi alam lainnya.

2. Sejarah

Sejarah kebun binatang tidak diketahui secara pasti pertama kali didirikannya, tetapi kemungkinan sejarah ini berkaitan dengan binatang-binatang hasil buruan atau sudah dimulai dari jaman – jaman kuno, dengan binatang hasil penjinakan zaman batu.

Di China, kebun binatang ada sejak abad 12 SM.

Di Yunani dan Roma, kebun binatang digunakan untuk pertunjukan pertandingan antara manusia dengan hewan.

Di Eropa, sekumpulan binatang besar ditangkar sebelum masa renaissance, yang menandai perkembangan besar kebun binatang.

Beberapa diantaranya didirikan pada abad 18 seperti The Schonebrunn Zoo di Vienna tahun 1752, The Madrid Zoo tahun 1775, dan The Jardin de Plantes di Paris tahun 1794.

Kebun binatang pertama yang menangkar binatang dalam jumlah besar terdapat di London yaitu The Tower of London yang berdiri mulai abad 13 hingga tahun 1830-an.

Sedangkan kebun binatang tertua terdapat di Amerika Serikat yaitu Central Park Zoo tahun 1864, di New York City dan Philadelphia Zoo tahun 1874.

Setelah tahun 1970, terjadi perubahan dari tempat hiburan menjadi institusi ilmiah yang juga berfungsi sebagai tempat pendukung pendidikan, konservasi, tempat perlindungan, dan pusat pembelajaran yang mencegah kepunahan spesies yang langka dan terancam punah.

Tidak hanya itu, burung-burung dara pertama kali dipelihara dalam kandang pada 4500 SM di Irak. Selanjutnya 2000 tahun kemudian, gajah mulai dijinakkan di India.

Koleksi penangkaran binatang ada di Yunani pada abad 7 SM. Pada abad 4 SM, kebun binatang sudah hampir ada di setiap ibukota di Yunani.

Kebun binatang modern dimulai tahun 1752, dengan yayasan The Imperial Managerie di Schonbrunn Palace, Vienna.

Penangkaran ini, yang masih berjalan, terbuka untuk umum pada tahun 1765.

Pada pertengahan abad 19, kebun binatang mulai dibangun di seluruh dunia.

Sejak akhir Perang Dunia II, terjadi perkembangan kebun binatang secara cepat dan meluas yang kebanyakan dengan tujuan komersil dan hiburan, bukan untuk penelitian binatang.

Jumlah binatang yang dipamerkan melampaui 1000 spesies.

Pembangunan kebun binatang pada awalnya didirikan dengan alasan ketertarikan pada ilmu pengetahuan mengenai kehidupan binatang di alam bebas. Kebanyakan kebun binatang tersebut tidak dibuka untuk umum, walau nyatanya menjadi salah satu ruang hijau harus tertuang dalam Rencana Teknis Tata Ruang Kota.

Kebun binatang pertama di Indonesia sendiri dibangun pada 1846 saat Nusantara masih menjadi koloni Belanda. Kebun binatang yang dinamai Planten En Dierentuin itu sangat terkenal. Semua penduduk Batavia diperbolehkan berkunjung ke sana.

Kala itu dijadikan cikal bakal munculnya Kebun Binatang Ragunan yang sekarang.

KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA