Sampah medis adalah sampah yang berasal dari suatu aktivitas medis. Sampah medis ini berupa sarung tangan, jarum suntik, perban, obat-obatan kedaluwarsa, botol infus, plester, kapas, masker, APD, dan masih banyak lagi.
Bahkan ada beberapa sampah medis yang bisa berpotensi menularkan penyakit seperti tissue, kultur laboratorium, tinja, dan lain sebagainya.

Sampah-sampah tersebut akan sangat berbahaya jika dibuang di sembarang tempat atau tidak dikelola dengan baik.
Apalagi saat ini sedang terjadi pandemi berbahaya yang mengharuskan tenaga medis menggunakan APD setiap hari. Masyarakat juga harus menggunakan masker setiap saat yang mana hal tersebut pastinya akan menimbulkan sampah yang tidaklah sedikit.
Di balik itu semua pernahkan Anda berpikir, di manakah semua sampah medis berakhir? Dikubur? Dibakar? Atau dibuang begitu saja?
Jika penasaran ya? Yuk baca artikel ini sampah habis!
Dilansir dari The Guardian, sampah medis bisa dibedakan menjadi empat jenis yaitu sampah medis infeksius , tajam, redundan, dan anatomi.
Sampah-sampah ini pasti dan harus dipisahkan ke dalam wadah atau tempah sampah yang terpisah.
Tempat sampah tersebut biasanya mempunyai nomor untuk memberitahu bahwa yang ada di dalamnya adalah sampah medis.
Jadi, sampah tersebut dibuang ke mana?
KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA