Badai Tropis Tembin Filipina Renggut 180 orang di Mindanau

Badai ini merupakan salah satu dampak dari adanya perubahan iklim secara global (termasuk pemanasan global). Badai yang terjadi di Filipina memberikan dampak yang sangat serius bagi negara tersebut bahkan merenggut banyak korban meninggal. Selain itu, dampak sampingan yang terjadi adalah adanya penyakit yang dapat mewabah di lokasi kejadian bencana akibat kualitas lingkungan yang sangat buruk.

Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan berbagai bencana alam yang sangat dahsyat. Filipina merupakan negara yang menjadi langganan akibat dari adanya cuaca ekstrem ini. Tercatat dalam satu dekade terakhir banyak bencana alam yang melanda negara kepulauan tersebut.

Berita ini dikutip dari media internasional ternama BBC (British Broadcasting Corporation) yang terbit pada 24 Desember 2017.

Badai Tembin

Lebih dari 180 orang dilaporkan tewas akibat badai tropis yang menyapu bagian selatan Filipina dan sekitar puluhan orang hilang.

Badai Tembin membawa banjir bandang dan lumpur yang menyerang bagian dari pulau Mindanau. Dua kota yang terkena dampak paling berat adalah kota Tubod dan Piagapo. Beberapa rumah juga hancur akibat adanya bongkahan batu besar yang terbawa oleh arus.

Badai ini memiliki kecepatan angin mencapai 80km/jam dan melewati pulau Mindanau hingga akan mencapai pulau Palawan dan badai ini akan terus bergerak menuju ke arah barat.

Pemerintah daerah berdasarkan situs Rappler memberitahukan bahwa terdapat korban meninggal sebanyak 127 orang di Lanao del Norte, sebanyak 50 orang di tanjung Zamboangan, dan sedikitnya 18 orang di Lanao del Sur.

KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA